Mencari Pelangi

Lawang Sewu = 1000 Pintu

Benarkah ada 1000? mari kita hitung ! 😉

Iseng punya iseng saya bawa mobil sendiri menuju Semarang, niatnya emang mau ke Lawang Sewu. Sekilas info… pertama saya bawa mobil sendiri jarak jauh, waktu ke Cirebon. Waktu itu belum ada tol Pantura, jadi saya melalui tol Cipularang lanjut ke Sumedang sampai ke Cirebon tanpa melalui jalan Tol, jadi perjalanan Bogor-Cirebon sekitar 6-7 jam. Kali ini saya berani ke Semarang karna sudah ada jalan tol. Jadi dari Bogor ke Semarang melalui tol sejauh 465 km ditempuh dengan waktu sekitar 6 jam.

Sehari sebelum hari H, saya liat2 map mencari lokasi2 rest area yang akan menjadi tempat rehat selama perjalanan. Eeaaa saya malah ga bisa tidur sampai jam satu malem. Penyakit kambuhan nih.. kalau mau pergi2 malah ga bisa tidur karna terlalu semangat… tapi moso ke Semarang aja segitu excited-nya yaa? 😁

Jadilah terasa ngatuk saat pagi harinya. Mulai bimbang deh antara jadi pergi atau engga. Packing sih sudah beres semua, tapi mata & body masih ngajak tidur.. 😴 Dari jam 7 s/d jam 9 pagi, sambil malas2 saya tetap beberes rumah, buang sampah, sampai nyiapin makanan kucing untuk 2 hari. Jam 9.30 saya baru memutuskan untuk jadi pergi ke Semerang, berbekal makan siang dan kopi. Hmm… ngaret direndem minyak tanah ini mah, karna niat awal berangkat ke Semarang jam 7 pagi.. 😊

Rencanya, setiap 2 jam saya akan mampir di rest area & beristirahat. Sambil masih terasa ngantuk saya melewati jalan tol Jagorawi, kena macet sedikit saat mau masuk ke JOR, lalu masuk ke tol MBZ. Terus terang, buat saya tol layang MBZ dengan Panjang 36,4 km ini aga membosankan, karna tanpa pemandangan dan bikin saya was2, karna tolnya di atas… Saya selalu ketakutan kalau melalui jalan tol yang tinggi… NAH yang ini udah tinggi jauh pula… 😢

Lanjuuut…. Setelah 2 jam perjalanan, saya merasa masih belum lelah, jadi rest area pertama yang sudah direncanakan saya lewati. Setelah sekitar 3 jam perjalanan, saya pun berhenti di KM 166A. Sekitar 1 jam saya beristirahat, solat, maksi, isi bensin & sedikit foto2… 😉 Ehh saya malah lupa mengisi e-toll. Dalam hati saya berpikir, ‘pasti masih ada rest area lain’.

Tapi tau ga??  Sampai di gerbang keluar tol, saldo e-toll saya masih kurang. Untung tersedia pintu untuk saldo kurang. Saya pun ambil pintu tol paling kiri, lalu turun dari mobil menuju loket untuk mengisi kartu flazz saya. Lalu Kembali ke mobil dan nge-tap kartu flazz saya di mesin tol. N pintu tol ga mau kebuka..😨 sampai akhirnya penjaga tol menghampiri saya.

Ibu tadi di pintu masuk pake kartu e-toll yang mana? Ibu punya kartu yang lain ya?” tanya petugas.

“Iya pak, saya punya kartu e-money yang ini.” Saya pun menunjukan kartu e-money saya ke petugas. “Di Palimanan saya pake kartu yang itu untuk bayar tol.” jawab saya.

“Iya bu, kartu ini yang tercatat di mesin, jadi keluar tol harus pake kartu ini juga.” Kata petugas tol.

“HAAA” jawab saya sambil melongo & bingung.

Sekarang saya bantu kurangi saldo flazz ibu ya, tapi lain kali ibu harus pake kartu yang sama di pintu masuk & keluar, karna kita menggunakan sistem tertutup.” Terang si petugas.

Saya hanya jawab “iya iya” sedikit girang karna kang petugas mau membantu tanpa harus saya minta tolong terlebih dahulu. Entah karna tampang saya pikarunyaeun atau tak tega melihat antrian di belakang. Setelah pintu tol terbuka, saya pun melanjutkan perjalanan sambil melirik kaca spion untuk melihat ke belakang. Sekitar 5 mobil telah antri menunggu transaksi saya yang lamaaa… Maafkan… 🙏

Setelah sedikit tragedi, akhirnya sampailah saya di Semarang & menginap di @Hom hotel. Disamping hotel ada warung nasi padang Sederhana tempat saya beli makan malam… dibungkus!! Esok harinya setelah sarapan di hotel, saya check-out jam 9.30 dan langsung menuju ke Lawang Sewu, yang menjadi tujuan utama saya ke Semarang.

Harga tiket masuk Lawang Sewu Rp. 20.000 untuk dewasa & untuk anak2 Rp. 10.000. Dan mulailah saya menyusuri bangunan bersejarah ini. Mengutip dari Wikipedia, ‘Lawang Sewu adalah asset KAI yang dijadikan museum & galeri sejarah perkeretaapian oleh unit pusat pelestarian & desain arsitektur dan KAI wisata. Desain bangunan Lawang Sewu memiliki banyak ruang & sekitar 1000 jendela yang tinggi2 dan besar2 sehingga dikira sebagai pintu. Pintu2 di bangunan tersebut hanya berjumlah 429 buah‘. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Lawang Sewu bisa dilihat di https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu.

Saya sendiri tak sempat menghitung berapa jumalah ruangan, pintu & jendelanya. Tapi memang cukup membingungkan saat memasuki ruangan2 yang begitu banyak dan aga gelap. Untuk mencari pintu keluar aja saya bingung apalagi harus menghitung jumlahnya… Oh NO!!

Setelah merasa puas muter2 & foto2 di Lawang sewu, kurang lebih sekitar 1 jam, saya pun langsung Cuzz OTW ke Bogor. Kali ini saya sudah mempersiapkan isi bensin full & kartu flazz untuk cukup sampai ke Bogor. Saya sempat mampir di rest area KM 360B untuk makan siang di Simpang Raya. Lalu di rest area KM 101B untuk ngemil batagor & ngupi2 cantik. Lanjut lagi perjalanan & kemacetan pun terjadi di KM 67 sampai KM 53…. Sabaaarrrr !!!

Sekedar Info:

  • Total Tarif Tol Bogor-Semarang / Semarang-Bogor adalah: Rp. 389.000
  1. Pintu Tol Kalikangkung Rp. 5.500
  2. Pintu Tol Palimanan Utama Rp. 233.000
  3. Pintu Tol Cikampek Utama Rp. 127.500
  4. Pintu Tol JOR Rp. 16.000
  5. Pintul Tol Sentul / Bogor Rp. 7.000
  • Total biaya besin dengan perkiraan jarak Bogor-Semarang melalui Tol sejauh 465 km, mengabiskan bahan bakar bensin sebanyak 40 liter, dengan jenis Pertamax Rp. 9000 perliter adalah Rp. 360.000.

2 comments

Leave a Reply to BITCION EXPECT Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: